Jumat, 07 November 2014

Indonesia Membuat Kontrol Senjata Jarak Jauh

Selamat sore.
Salam blogger teman-teman semua, di sore ini saya akan berbagi info tekno nih, langsung saja lihat di bawah ini..!!

Teknologi otomatisasi dan remote control yang berkembang di masyarakat. Dalam militer, mulai menggunakan remote control untuk mengendalikan berbagai senjata tempur sementara di medan perang.

Indonesia juga memiliki teknologi yang dapat membuat senjata tempur yang digunakan oleh militer dapat dikontrol melalui remote control disebut sebagai senjata sistem remote control (RCWS). PT Infoglobal sehingga perusahaan dari negara yang diklaim telh mampu menyediakan perangkat remote control untuk senjata yang akan digunakan tempur militer.

Mochammad Syafiruddin, Kepala Penelitian dan Pemrograman Infoglobal menyebutkan bahwa buatan sendiri teknologi remote control dapat menciptakan risiko jumlah korban personil di medan perang berkurang. Teknologi ini juga dapat diterapkan dalam berbagai model kendaraan taktis militer milik kedua tank, kendaraan lapis baja atau helikopter.

"Teknologi ini bisa mengurangi risiko personil militer menjadi korban serangan saat berperang. Konvensional harus ada personil yang mengendalikan senjata kaliber besar di bagian atas tangki atau target lapis baja rawan demikian, teknologi ini bisa membuat mereka tetap mengendalikan senjata tempat yang lebih aman dalam kendaraan tempur.


Sistem kontrol jarak jauh ini diklaim dapat menargetkan musuh yang telah dikunci sebagai target otomatis dengan sensor gerak. Visibilitas sensor ini hingga jarak 3 kilometer dengan kecepatan target kecepatan maksimum lebih dari 100 km / jam.

"Jika perusahaan asing buatan, satu unit senjata sistem kontrol dipasarin sekitar Rp 9 miliar, jika kita dipasarkan dengan relatif lebih murah. TNI sudah berkomitmen akan pasang produk kami di APC dan tank Pindad, tujuan yang kita bisa mandiri tentang peralatan tempur, "tambah Afi.

Afi menjelaskan untuk menerapkan sistem kontrol buatan Infoglobal berkisar senjata pada model kendaraan tempur akan memakan waktu sekitar 3-6 bulan. Waktu yang dibutuhkan untuk penelitian dan penyesuaian antara jenis senjata, kendaraan dan antarmuka yang akan diterapkan sistem kontrol militer.

"Ketika penelitian untuk aplikasi 3-6 bulan, setelah uji coba dan produksi perangkat kita. Jika pembuatan sumber daya yang ada di perusahaan sekarang mampu membuat RCWS 10-20 unit per bulan.

Rencananya, beberapa akan mulai diterapkan pada tangki militer RCWS milik militer pada 2015. "Untuk tahap awal yang hanya beberapa dapat diuji secara langsung di fasilitas militer. Kami berharap bahwa masa depan dapat digunakan di lebih dari 1.000 kendaraan militer taktis


Sekian dari saya semoga bermanfaat bagi kalian semua, Terimakasih :)

0 komentar:

Posting Komentar